Rabu, 07 Mei 2014

Relay


Relay merupakan komponen elektronika yang dapat mengimplementasikan logika switching. Relay yang digunakan sebelum tahun 70-an, merupakan "otak" dari rangkaian pengendali. Setelah tahun 70-an digantikan posisinya oleh PLC. Relay yang paling sederhana ialah relay elektromekanis yang memberikan pergerakan mekanis saat mendapatkan energi listrik. Secara sederhana relay elektromekanis ini digambarkan dan didefinisikan sebagai berikut :
Prinsip Kerja Relay :
Relay terdiri dari coil dan contact. Coil adalah gulungan kawat yang mendapat arus listrik, sedangkan contact adalah sejenis saklar yang pergerakannya tergantung dari ada tidaknya arus listrik di coil. Contact ada 2 jenis :
a. Normally Open (kondisi awal sebelum diaktifkan open)
b. Normally Closed (kondisi awal sebelum diaktifkan close)
secara prinsip kerja dari relay : ketika coil mendapat energi listrik (energized), akan timbul gaya elektromagnetik yang akan menarik aramture yang berpegas dan contact akan menutup.

Jenis Relay :
a. Timing relay adalah jenis relay yang khusus. Cara kerjanya ialah jika coil dari timing relay ON, maka beberapa detik kemudian, baru contact relay akan ON atau OFF (sesuai jenis NO/NC contact)
b. Latching Relay ialah jenis relay digunakan untuk latching atau mempertahankan kondisi aktif input. Cara kerjanya ialaha jika latch coil diaktifkan, ia tidak akan bisa dimatikan kecuali unlatch coil diaktifkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar