Jumat, 09 Mei 2014

PID

PID (dari singkatan bahasa Inggris :Proportional-Integral-Derivative controller) merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tersebut.


Ada tiga jenis PID yaitu Proporsional, Integratif dan Derivatif

1. Kontrol Proporsional
    Dirancang untuk membatasi getaran (cycling) berkaitan dengan kontrol ON/OFF. Pengontrol proporsional menurunkan daya rata-rata yang sedang diberikan pada pemanas ketika suhu mencapai titik penyetelan. Peggunaan kontrol proporsional memiliki berbagai keterbatasan karena sifat kontrol yang tidak dinamik ini. Walaupun demikian dalam aplikasi-aplikasi dasar yang sederhana kontrol proporsional ini cukup mampu memperbaiki respon transien khususnya rise time dan settling time.

2. Kontrol Integratif
    Fungsi kontrol integratif adalah membatasi setiap pengganti kerugian dari titik penyetelan suhu. Dan kontol integratif dapat memperbaiki sekaligus menghilangkan respon steady-state, namun pemilihan KI yang tidak tepat dapat menyebabkan respon transien yang tinggi sehingga dapat menyebabkan ketidakstabilan sistem. Pemilihan kontrol integratif yang sangat tinggi justru dapat menyebabkan output berosilasi karena menambah orde sistem.

3. Kontrol Derivatif
    Fungsinya adalah memperpendek waktu yang diambil suhu untuk menstabilkan mendekati titik penyetelan. Memiliki sifat dalam konteks "kecepatan" atau rate dari error, dan dapat digunakan untuk memperbiaki respon transien dengan memprediksi error yang akan terjadi. Kontrol derivatif hanya berubah saat ada perubahan error sehingga saat error statis kontrol ini tidak akan bereaksi, hal ini pula yang menyebabkan kontroler derivatif tidak dapat dipakai sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar